Manfaat Besar Radiator Coolant untuk Kendaraan

by:

InformasiOtomotif

Irshady – Radiator Coolant untuk kendaraan adalah cairan radiator yang berfungsi menstabilkan susu pada mesin mobil. Cairan ini juga berfungsi mencegah terjadinya karat & kerak pada radiator. Oleh karena itu, radiator coolant sangat penting untuk perawatan kendaraan anda.

Radiator Coolant untuk Kendaraan

Cara Penggunaan Radiator Coolant untuk Kendaraan

Radiator Coolant Premixed Red sangat mudah digunakan. Pertama, kalian hanya perlu membuka tutup radiator. Setelah itu, langkah kedua adalah memeriksa cairan radiator. Jika cairan radiator kotor, segera buang & kuras sampai benar-benar bersih.

Langkah ketiga, isi cairan radiator ini hingga batas tertentu. Lalu, jangan lupa tutup kembali radiatornya. Kemudian, hidupkan mesin selama sekitar 5 menitan. Terakhir, buka lagi tutup radiator dan cek ketinggian cairan radiator. Jika dirasa kurang, silahkan ditambah lagi hingga sesuai.

Tentang Radiator Coolant

Sering kali pengendara mendapati bahwa mesin cepat sekali panas. Banyak diantara mereka yang mendinginkan mesin dengan memasukkan air putih dari saluran khusus. Di sini, pendingin radiator untuk kendaraan sangat berperan penting.

Radiator coolant ini berwarna merah, ada juga yang berwarna hijau. Cairan yang berwarna ini memudahkan pengguna mengecek apakah mengalami kebocoran atau tidak. Dengan cairan pendingin radiator ini, mesin menjadi dingin dan tidak mudah panas lagi.

Fungsi Radiator Coolant

Fungsi utama radiator coolant adalah untuk mendinginkan mesin. Air putih memang bisa mendinginkan mesin yang panas. Namun radiator menit berfungsi lebih dari itu. Selain mendinginkan, ia juga menjaga mesin tetap dingin meski digunakan terus.

Radiator coolant sendiri sangat diperlukan, khususnya di Indonesia yang merupakan daerah tropis. Terutama saat musim kemarau, radiator coolant membuat mesin tetap terjaga dalam suhu yang stabil. Meski begitu, kita harus mengganti cairan pendingin ini secara berkala dan teratur.

Banyak yang kurang peduli dengan keadaan mesin kendaraan yang cepat panas. Padahal jika dibiarkan, bisa menyebabkan kerusakan yang tentu biaya perbaikannya akan lebih mahal. Artinya, radiant coolant merawat mesin dengan baik dan mencegah pengeluaran yang lebih besar di kemudian hari.

Macam-macam Radiator Coolant

Ada 2 macam radiator coolant yang digunakan untuk kendaraan. Jenis pertama adalah radiator coolant Inorganic Additive Technology (IAT). Cairan radiator ini cocok untuk kendaraan tua. Penggantian radiator coolant untuk tipe ini idealnya setiap jarak tempuh 24.000 mil atau 2 tahun sekali.

Jenis kedua adalah radiator coolant Organic Acid Technology (OAT). Cocok untuk pabrikan General Motor. Untuk jenis ini, pergantiannya agak lama yaitu setiap jarak tempuh 50.000 mil atau 5 tahun sekali. Jadi, masing-masing jenis radiator coolant memiliki fungsi yang berbeda.

Seperti yang sudah dijelaskan di atas, fungsi utama radiator coolant adalah untuk membuat suhu mesin tetap dingin sehingga tidak terjadi overheat. Jika mesin overheat, akibatnya bisa fatal seperti kendaraan mogok atau bahkan terjadinya kerusakan komponen mesin.

Kesalahan-kesalahan Umum Terhadap Radiator Coolant

Banyak terjadi kesalahan umum terhadap radiator coolant. Salah satunya adalah jadwal pergantian cairan pendingin yang kurang tepat. Untuk itu, kalian harus mencatat kapan cairan pendingin ini harus diganti. Padahal, jadwal ini sangat penting.

Selain itu, banyak juga yang sering menggunakan cairan sembarangan. Meski cairan tersebut mungkin bisa saja mendinginkan mesin, namun tidak bisa merawat mesin dan menjaganya dengan baik. Oleh karena itu, jangan asal pilih cairan untuk mesin yang panas.

Suka ganti-ganti cairan juga termasuk kesalahan paling umum dilakukan. Padahal, radiator coolant untuk kendaraan sudah jelas manfaatnya. Agar mesin tetap terawat dengan baik, pastikan kalian hanya menggunakan radiant Coolant saja.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *