Royal Golden Eagle Membekali Petani Kelapa Sawit Dengan Alternatif Penghasilan

by:

BeritaBisnisInformasi

Nawarna – Bicara tentang Sukanto Tanoto tentunya berbicara juga tentang apa yang sudah Sukanto Tanoto berikan kepada masyarakat. Salah satunya dengan berdirinya perusahaan kelapa sawit terbesar di Indonesia yaitu Asian Agri, Sukanto Tanoto secara tidak langsung sudah membantu masyarakat meningkatkan pendapatan perkapitanya.

Tentunya dengan begitu taraf hidup masyarakat juga mengalami peningkatan. Hal tersebut sekaligus juga menjadi suatu bukti bahwa Royal Golden Eagle sudah membekali petani kelapa sawit yang bekerjasama dengan Asian Agri dengan alternatif penghasilan yang mumpuni. Cara real dari Asian Agri untuk mengayomi dan mengajak masyarakat bekerjasama meningkatkan penghasilan adalah dengan membentuk suatu swadaya masyarakat. Lantas sampai detik ini apa saja manfaat dari swadaya masyarakat yang sudah dilakukan oleh Asian Agri untuk peningkatan alternatif penghasilan?

Manfaat Swadaya Masyarakat Sebagai Peningkatan Penghasilan Oleh RGE Untuk Petani

Program kemitraan yang dijalankan oleh Asian Agri memiliki tujuan salah satunya yaitu untuk memberikan keuntungan yang dinikmati secara bersama – sama baik bagi perusahaan juga bagi para petani. Tentu saja untuk mewujudkan semua hal tersebut Asian Agri berusaha memberikan peningkatan produktivitas yang turut mendongkrak pendapatan para petani.

Para petani dulunya hanya mendapatkan penghasilan kurang lebih hanya sekitar 1,2 juta rupiah dari hasil produksi per hektarnya setiap bulan. Namun kini petani swadaya sudah bisa mendapatkan penghasilan sampai dengan 1,9 juta bahkan lebih per hektar dalam kurun waktu yang sama. Peningkatan alternatif penghasilan yang sudah didapatkan ini tentu tidak terlepas juga dari kenaikan harga jual tandan buah segar yang diberikan. Dulunya sebelum adanya proses kemitraan petani hanya mendapatkan harga 1.060 per kilogram akan tetapi kini berkat kerjasama yang dilakukan dengan Asian Agri dibawah naungan RGE, petani sudah bisa mendapatkan harga 1.378 per kilogram.

Keuntungan finansial yang menunjang penghidupan tersebut sudah dirasakan secara nyata oleh para petani yang bekerjasama atau bermitra dengan Asian Agri. Hal tersebut kemudian ditambah dengan ilmu yang berupa kemampuan tata kelola lahan kebun yang diberikan oleh Asian Agri kepada masyarakat. Sebagai contoh, salah satu petani swadaya yang berasal dari Asahan yaitu Arafik mengakui bahwa ia mendapat berbagai manfaat sejak menjadi mitra dari Asian Agri. Ia mendapatkan pemahaman tentang bagaimana mengelola kebun kelapa sawit secara baik sampai bagaimana mendapatkan alternatif penghasilan untuk meningkatkan pendapatannya.

Akan tetapi dari semua yang sudah didapatkan tersebut, Arafik menilai bahwa ada hubungan saling menguntungkan dengan seimbang antara petani swadaya dengan perusahaan Asian Agri yang bermitra. Inilah yang dinilai Arafik sangat jarang diberikan oleh perusahaan namun diberikan oleh Asian Agri. Selain bagi perusahaan dan petani swadaya, alam juga turut menikmati manfaat dari program yang sudah dicanangkan. Hal ini karena dengan dukungan pendampingan menjadikan masyarakat tahu tentang bagaimana cara bertani yang berkelanjutan sehingga lingkungan juga akan ikut terjaga. Salah satu buktinya adalah dengan diberikannya sertifikat Indonesia Sustainable Palm Oil oleh Asosiasi Petani Swadaya di tahun 2017 kemarin. 500 orang petani yang tergabung ke dalam kelompok petani menjadi pemegang penghargaan tersebut. Keberhasilan ini juga tentunya menjadi suatu tanda bahwa program kemitraan Asian Agri dengan petani swadaya sudah berbuah berbagai hal positif termasuk kaitannya dengan alam. Diharapkan agar kerjasama yang menguntungkan berbagai pihak ini akan menjadi sebuah bentuk kerjasama yang menguntungkan secara berkelanjutan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *